RSS

Anak & Media



Komik Kerayon Shinchan 
vs 
Ice Age: Down To The Dinosaurus
Film dan komik merupakan media yang sangat digemari oleh banyak kalangan khususnya anak-anak. Kedekatan media ini dengan anak-anak sedikit banyak dapat mempengaruhi perkembangan anak tersebut. Content media yang positif akan memberikan pengaruh positif juga terhadap para konsumennya. Begitu pula sebaliknya bagi media yang memiliki content negatif . Oleh karenanya, sangat penting bagi kita khususnya orang tua untuk memahami sisi positif maupun negatif dari media yang sangat bersahabat dengan si kecil. Berikut dua media berbeda yang penulis ambil sebagai bahan analisa dan kajian melalui perspektif psikologi

Crayon Shin Chan Volume 1
Ice Age: Down to the Dinosaurus
Data umum
§ Jenis : Komik
§ Judul : Crayon Shin-Chan volume 1
§ Karya: Yoshito Usui
§ 127 halaman
§ Jenis: Film animasi
§ Judul: Ice Age: Down to the dinosaurus
§ Tahun: 2009
§ Durasi : 94 min.
§ Produser: Carlos Saldanha
Penyampaian content
Komik berwarna

Film animasi, komedi, dan petualangan
Content
Bercerita tentang bagaimana seorang anak membantu orang tuanya berbelanja
Bercerita tentang sebuah keluarga, persahabatan, dan pendidikan moral (dampak dari mencuri dan iri)
Tujuan / materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil
·        Cara berbelanja (list)
·        Membantu orang tua (ibu)
·      Tolong menolong
·      Hukuman bagi orang yang mencuri dan iri hati

Sasaran pembaca/penonton
·      Semua umur namun lebih cocok untuk anak SD dan orang tua (bimbingan orang tua)
·      Lebih cocok untuk anak laki-laki karena tokoh utamanya anak laki-laki
Semua umur dan lebih digemari oleh anak SD karena berupa film animasi dan tokoh hewan
Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)
Kelebihan: menarik karena berupa komik berwarna dan lucu
Kekurangan: penyampaian materi mengandung unsur pornografi dan pola asuh yang salah
·      Kelebihan: animasi lucu dan menarik, memberikan pelajaran moral

Teori yang relevan
Labelling (Bandura)
pola asuh
·      Teori perkembangan kognitif (Jean Peaget)





Perbandingan Komik Krayon Shinchan Vs Ice Age: Down to the Dinosaurus dan Analisanya Berdasarkan Teori

Komik merupakan bacaan yang sering dipilih oleh anak-anak karena disajikan dalam bentuk gambar. Krayon Sinchan merupakan komik karya Yoshito Usui  yang menceritakan tentang seorang anak laki-laki taman kanak-kanak yang selalu membuat ulah. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya. Ibu Shinchan selalu mendidik Shinchan dengan keras seperti memukul dan memarahinya ketika Shinchan berbuat salah. Pola asuh yang digunakan oleh ibu Shincan tergolong jenis pola asuh authoritarian dimana orang tua  cenderung bersifat keras, memaksa, dan memerintah. Tidak malah bersikap baik, justru Shinchan semakin nakal dan menyebalkan. Hal tersebut diatas dapat dijadikan gambaran bagi para orang tua mengenai pola asuh yang tidak tepat dan bagaimana dampak pola asuh tersebut terhadap karakteristik anak.
Komik Krayon Shinchan volume 1 ini memiliki tujuan positif baik bagi orang tua yang telah penulis paparkan diatas maupun bagi anak-anak yaitu mengajarkan anak untuk membantu rang tuanya berbelanja ke pasar. Berdasarkan teori social learning yang dikemukakan oleh Albert Bandura, sebagian perilaku diperoleh melalu peniruan (labeliing). Dalam hal ini, orang tua dan guru memiliki peran yang sangat besar. Teori tersebut selaras dengan cerita dalam “Krayon Shinchan volume 1”. Perilaku Shinchan yang mau menolong ibunya untuk membeli daging dan lobak, anak yang membaca komik tersebut cenderung akan melakukan hal serupa ketika orang tua mereka meminta tolong untuk berbelanja ke pasar. Namun, komik ini juga mengandung unsur pornografi yang dapat memebrikan dampak negatif bagi anak yaitu ketika Shinchan menggambar gajah di sekitar kemaluannya dan memposisikan kemaluannya sebagai belalai gajah. Dalam komik tersebut juga terdapat kata-kata yang tidak seharusnya dibaca oleh anak-anak yaitu “mama..mama.. belalai gajahnya panjang ya” . yang dimaksud dengan belalai gajah disini adalah kemaluannya.
Pengemasan materi dengan bentuk komik dan ceritanya  yang lucu memang sangat menarik. Namun, imbuhan unsur pornografi melalui gambar maupun tulisan telah mengalahkan tujuan positif dari komik tersebut. Sehingga, kurang tepat jika dibaca oleh anak sekolah dasar karena dikhawatirkan terjadi proses labeling pada anak tersebut.
Berbeda dengan Krayon Shincan, Ice Age: Down to the Dinosaurus ini dikemas dalam film animasi. Film ini menceritakan tentang seorang suami isteri (Manny dan Ellie) yang sedang menunggu kelahiran anaknya, melihat kebahagiaan kedua pasangan tersebut, Sid merasa iri dan melampiaskan rasa irinya pada hal negatif yaitu mencuri telur dinosaurus untuk diadopsi sebagai anak.  Namun, bukan kebahagiaan yang Sid dapatkan. Sebaliknya dia menjadi bulan-bulanan induk dari dinosaurus tersebut dan akhirnya tertangkap. Kisah ini memberikan pelajaran bagi para penontonnya bahwa iri hati merupakan sikap yang tidak terpuji apalagi harus melampiaskannya pada hal negatif pula yaitu mencuri. Orang yang berbuat jahatpun akan memperoleh ganjaran yang setimpal. Selain itu, film ini juga mengajarkan tentang tolong menolong Yaitu ketika Manny menolong Sid yang tertangkap oleh induk dinosaurus. Meskipun Sid bersikap iri pada pasangan Manny dan Ellie, Mary tetap dan kawan-kawan tetap berbesar hati untuk menolong Sid.
Pengemasan materi melalui film animasi dengan tokoh hewan dan memiliki usur komedi sangat menarik untuk anak-anak sekolah dasar. Karena Jean Piaget, anak  usia 6-12 tahun (Sekolah Dasar) berada pada tahap oprasional konkret (concrete oprational stage). Pada umumnya, anak pada usia ini telah mampu memahami oprasi logis dengan bantuan benda-benda kongkret. Sehingga, penyampaian pesan-pesan moral melalui gambar dan tokoh-tokoh nyata akan sangat efektif. Anak akan mudah memahami kata sifat (hal yang abstrak) dengan bantuan gambar atau tokoh-tokoh yang konkret.


My Opinion???
Setelah membaca komik “Shinchan volume 1” dan menonton Film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” serta membandingkan unsur-unsur yang terkandung dalam kedua media tersebut, film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” lebih tepat dijadikan sebagai pilihan. Khusunya untuk anak-anak. Karena film tersebut mengandung banyak pesan moral seperti tolong menolong, dampak negatif dari sifat iri dan mencuri dan sebagainya. Penyampainnyapun tepat karena tidak menyelipkan unsur pornografi seperti pada komik Krayon Shinchan. Sehingga, tujuan positif dari film tersebut lebih tersampaikan.
Media komik dan Film memang menjadi pilihan kebanyakan anak-anak. Untuk menarik perhatian konsumen, media tidak perlu mengemas produknya dengan cara yang kurang tepat seperti mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Seperti halnya Film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” yang tidak kalah menariknya dengan komik “Shinchan volume 1”.
Demikian besar pengaruh media terhadap perkembangan anak. Sehingga, sudah seharusnya kita bersikap kritis terhadap produk-produk (baik media film maupun komik) yang kurang tepat bahkan cenderung memberikan dampak negatif.




DAFTAR PUSTAKA
·         Santrock W John. 1995. Life Span Development, Jakarta: PT Erlangga
·    http://valmband.multiply.com/journal/item/12?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

0 komentar:

Posting Komentar