skip to main |
skip to sidebar

Seperti halnya musim... begitulah mimpi. Dia datang... kemudian pergi. Analogi mimpi terhadap musim memang tak berlaku secara mutlak, karena musim akan kembali datang mengikuti siklusnya. sedang mimpi, terkadang dia berduyun-duyun datang kemudian tiba-tiba pergi. Kadang datang kembali, kadang benar-benar menghilang tanpa jejak. Butuh umpan untuk membuatnya kembali. Kadang, umpan yang sengaja kita buatpun tak sedikitpun membuatnya kembali. Sedang umpan yang tak sengaja kita lempar justru membuatnya datang kembali.
Serupa dengan mimpiku dua tahun silam.. tepatnya saat aku SMA. Apresiasi temen-temen terhadap puisi dan artikel yang biasa aku tulis di binderku telah membangun sedikit demi sedikit tembok harapan yang semakin lama semakin kokoh. Saat itu, aku bermimpi untuk menjadi seorang penulis. Dan aku rasa, peluang itu akan terbuka lebar ketika aku kuliah. Ya ya ya... di bangku kuliah aku akan mengepakkan sayapku. Aku akan kembali menyapa teman-temanku yang sudah jauh terpisah di berbagai kota, pulau, bahkan negeri dengan tulisan yang aku buat. Sungguh indah dan dekat mimpi itu.
Namun, seperti yang aku katakan tadi, kadang mimpi tiba-tiba pergi lalu menghilang tanpa jejak. Sekarang aku semester 4 dan baru sekarang pula aku menyadari bahwa mimpiku yang aku kira telah jauh pergi tiba-tiba sore ini terlihat amat nyata. kenapa?? Karena barusan, tanpa sengaja aku memberinya umpan. Sore tadi aku bertemu langsung dengan dee (dewi lestari) di salah satu Mall di kota malang. Meskipun aku baru membaca satu karyanya (perahu kertas), novel itu cukup meyakinkanku bahwa dee memang penulis handal. Dan saat aku melihat banyak orang yang rela menunggu lama hanya untuk mendengarnya say hallo lalu mendapatkan tanda tangannya, saat itu aku sadar. Bahwa menulis adalah hal yang hebat. Menulis adalah cara asik untuk mentransfer pemikiran, imajinasi, serta pengetahuan. Apa yang kita tulis akan abadi. Sedang apa yang kita simpan akan menghilang dan nol manfaat. Hhmmmmmmmm....... mimpi itu kembali datang. Semangat. Membaca untuk menulis, dan menulis untuk dibaca. :)
1 komentar:
kata arai, "bermimpilah karena Tuhan akan memeluk mimpimu.."
kalau kata tmn ku, "merajut mimpi lebih indah jika dilakukan bersama-sama"
ayoo kita buat mimpi kita jadi nyata.. :D siap kan ?
Posting Komentar