RSS

CITIZEN DUANE DALAM KACAMATA PSIKOLOGI REMAJA


CITIZEN DUANE DALAM KACAMATA PSIKOLOGI REMAJA
Citizen Duane merupakan film yang menceritakan tetang seorang remaja dengan berbagai cerita uniknya. Duane, seorang remaja yang berbeda dengan remaja pada umumnya. Berani melawana arus dan mencoba berbagai tantangan. Demikian pandangan paikologi remaja terhadap film Citizen Duane
keluarga dalam pembentukan identitas Duane
menurut Erik Erikson’s Duane berada pada tahap identity vs identity confusion. Tahap ini Terjadi pada masa remaja, yakni usia 10 s/d 20 tahun. Pada masa ini, remaja mulai mengeksplorasi kemandirian dan membangun kepekaan diriya. Remaja dihadapkan menemukan siapa mereka, bagaimana mereka nantinya, dan kemana mereka menuju dalam kehidupannya (menuju tahap kedewasaan). Remaja dihadapkan dengan banyak peran baru dan status sebagai orang dewasa seperti pekerjaan, politik, organisasi dan romantisme, seperti halnya Duane yang mencalonkan diri sebagai ketua tingkat, menjadi kandidat pemilihan walikota, dan menjalani hubungan spesial dengan seorang teman wanitanya. Dia mulai mencoba berbagai peran. Dalam hal ini, James Marcia menyebutnya sebagai masa krisis yaitu suatu periode perkembangan identitas selama remaja memilih diantara pilihan-pilihan yang bermakna. Setelah melalui masa ini, akhirnya dia mulai berkomitmen untuk menjalani hidupnya dengan bahagia meskipun dia telah dihadapkan dengan banyak cobaan (komitmen). Karena Duane telah mengalami masa krisis dan telah berkomitmen, maka berdasarkan empat status identitas yang dikemukakan oleh James Marcia, dia termasuk anak yang memiliki status Identity achievement.
Perbandingan konsep diri Duane dan Chad Miltod
Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Menurut Stuart dan Sudeen ada beberapa faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan konsep diri. Salah satunya adalah significant other yaitu orang yang terpenting atau yang terdekat dengan individu. Konsep diri dipelajari melalui kontak dan pengalaman dengan orang lain.  Serupa dengan pembentukan konsep diri Duane dan Chad yang dipengaruhi oleh figur terdekatnya. Duane menganggap dirinya sebagai orang yang harus mempertahankan kepercayaannya, pantang menyerah, dan berani mengambil resiko. Konsep ini terbentuk karena Duane sangat mengagumi sosok ayahnya yang mempunyai prinsip yang sama. Begitu juga dengan Chad, dia menganggap dirinya sebagai seseorang yang bisa mendapatkan apapun dan tidak akan tersaingi. Konsep dirinya terbentuk karena pengaruh keberadaan neneknya yang merupakan walikota dan bebas melakukan apapun yang dia suka.

proses asimilasi dan akomodasi Duane Balfor sehingga dia dapat mengakomodasi psoses kognitif dari gagal menjadi berhasil
Pada awalnya, Duane sangat berpegang teguh terhadap prinsip ayahnya untuk selalu mempertahankan apa yang menjadi kepercayaannya hingga dia berani melawan Chad yang merupakan cucu dari seorang wali kota. Karena sikapnya itu, banyak yang menilai Duane gila seperti ayahnya. Namun, Miss Houston, salah seorang gurunya sangat peduli peduli pada Duane dan mengatakan bahwa seharusnya Duane menyalurkan energinya kepada hal yang lebih positif daripada sekedar melawan Chad. Ketika itu, Chad mulai mempertimbangkan nasehat gurunya. Dia mulai memasukkan informasi baru tersebut pada pemahaman lamanya (asimilasi). Dari proses asimilasi tersebut, dia mulai menyesuaikan antara pemahaman lama untuk terus mempertahankan kepercayaannya dengan menyalurkan energinya pada hal yang positif (akomodasi). Dia memang harus tetap mempertahankan apa yang menjadi kepercayaannya namun dengan cara yang lebih positif. Hingga pada akhirnya, Duane memutuskan untuk menjadi kandidat dalam pemilihan wali kota dan menjadi rival nyonya Kelly Milton, Nenek Chad. Meskipun kalah dalam pemilihan ini, Chad dapat mengambil banyak pelajaran yang berharga bahwa kalah ataupun menang tergantung dengan pemahaman masing-masing orang dan yang terpenting adalah bahagia.


locus of control Duane Balfor
locus of control didefinisikan sebagai keyakinan individu terhadap mampu tidaknya mengontrol nasib (destiny) sendiri (Kreitner dan Kinicki, 2005). Robbins dan Judge (2007) membagi locus of control ini menjadi dua bagian yaitu internal dan eksternal. Internal adalah individu yang yakin bahwa mereka merupakan pemegang kendali atas apa-apa pun yang terjadi pada diri mereka. Sedangkan eksternal adalah adalah individu yang yakin bahwa apapun yang terjadi pada diri mereka dikendalikan oleh kekuatan luar seperti keberuntungan dan kesempatan. Dalam film Citizen Duane, diceritakan bahwa Duane memliki locus of control internal. Hal ini terlihat ketika dia tetap bertekad untuk tetap maju sebagai salah satu kandidat pemilihan wali kota meskipun banyak orang yang tidak mendukung termasuk ibunya. Mereka beranggapan bahwa hal tersebut adalah keputusan yang konyol dan tidak logis. Keputusan yang diambil Duane ini menandakan bahwa dia menganggap semua cercaan dari luar tidak akan berpengaruh terhadap keberhasilannya dan dia harus tetap maju. (locus of control eksternal)

Kisah yang Menggugah


Malam ini, aku benar-benar merasa menjadi orang yang sangat kerdil. Orang yang hanya sibuk memikirkan kebahagiaannnya sendiri tanpa mau menoleh sedikitpun pada orang lain.
Tadi, aku keluar untuk mencari makan malam di dekat pesantren tempat aku tinggal. Kebetulan, aku sendiri. Tepat di depan tempat nasi goreng tujuanku, aku melihat ada seorang bapak dengan pikulan keset yang terlihat sangat berat. Kuliatnya hitam legam  dan otot-ototnya terlihat amat jelas. Dari raut wajahnya, bapak paruh baya itu terlihat amat lelah. Tubuhnya berjalan dengan gontai dengan ekspresi  wajah kebingungan. Bapak ini, jauh lebih lunglai daripada pengemis yang biasa standby di depan mini market sebelah warung nasgor itu. tapi dia masih mau bekerja keras demi memenuhi kebutuhannya dan tak menyerah dengan cukup menadahkan tangan di depan orang-orang yang lewat. Hidup memang keras, dan aku yang terbiasa tidur di kasur dan bantal yang nyaman, makan dan minum dengan puas masih sering mengeluh karena tak seberuntung orang diatas sana. Satu hal yang sering dilupakan banyak orang adalah meluangkan sedikit waktunya untuk menunduk dan bersyukur.
tak terasa air mataku jatuhku, dadaku benar-benar sesak malam ini. Imanku masih sekecil debu dibelah seribu.
Waktu itu, hatiku tergugah untuk memberikan uang enam ribu yang hanya cukup untuk membeli sebungkus nasi goreng. Namun dengan segera batinku memberi keputusan agar aku tetap membelikan uang itu makanan dan mengisi perutku yang sebenarnya tidak terlalu lapar serta membiarkan orang malang itu berlalu. Perasaanku begitu lamban untuk menafsirkan bahwa bapak itu butuh bantuanku. Jauh lebih butuh daripada perutku ini. Tak lama kemudian, aku melihat seorang cowok dengan langkah cepat menyusul langkah bapak yang sempat ku abaikan tadi. Dari mimiknya, cowok itu menawarkan makan dan si bapak mengiyakan. Hatiku semakin koyak teman, ternyata bapak itu benar-benar membutuhkan bantuan dan aku hanya diam. Ketika cwok itu tiba disampingku yang sedang menunggu pesanan, dia benar-benar memesan sebungkus nasi untuk bapak tadi dan langsung pergi. Aku kagum padanya, dia membangunkan aku dari kebutaan yang selama ini aku biarkan. Ilmu agama yang selama ini aku dalami hanya sebatas teori sedang aplikasiku begitu naif.
astaghfirullah,,,, maafkan hamba Allah,,,,,:’(

Anak & Media



Komik Kerayon Shinchan 
vs 
Ice Age: Down To The Dinosaurus
Film dan komik merupakan media yang sangat digemari oleh banyak kalangan khususnya anak-anak. Kedekatan media ini dengan anak-anak sedikit banyak dapat mempengaruhi perkembangan anak tersebut. Content media yang positif akan memberikan pengaruh positif juga terhadap para konsumennya. Begitu pula sebaliknya bagi media yang memiliki content negatif . Oleh karenanya, sangat penting bagi kita khususnya orang tua untuk memahami sisi positif maupun negatif dari media yang sangat bersahabat dengan si kecil. Berikut dua media berbeda yang penulis ambil sebagai bahan analisa dan kajian melalui perspektif psikologi

Crayon Shin Chan Volume 1
Ice Age: Down to the Dinosaurus
Data umum
§ Jenis : Komik
§ Judul : Crayon Shin-Chan volume 1
§ Karya: Yoshito Usui
§ 127 halaman
§ Jenis: Film animasi
§ Judul: Ice Age: Down to the dinosaurus
§ Tahun: 2009
§ Durasi : 94 min.
§ Produser: Carlos Saldanha
Penyampaian content
Komik berwarna

Film animasi, komedi, dan petualangan
Content
Bercerita tentang bagaimana seorang anak membantu orang tuanya berbelanja
Bercerita tentang sebuah keluarga, persahabatan, dan pendidikan moral (dampak dari mencuri dan iri)
Tujuan / materi yang ingin disampaikan/pelajaran yang bisa diambil
·        Cara berbelanja (list)
·        Membantu orang tua (ibu)
·      Tolong menolong
·      Hukuman bagi orang yang mencuri dan iri hati

Sasaran pembaca/penonton
·      Semua umur namun lebih cocok untuk anak SD dan orang tua (bimbingan orang tua)
·      Lebih cocok untuk anak laki-laki karena tokoh utamanya anak laki-laki
Semua umur dan lebih digemari oleh anak SD karena berupa film animasi dan tokoh hewan
Pengemasan media (kelebihan & kelemahan)
Kelebihan: menarik karena berupa komik berwarna dan lucu
Kekurangan: penyampaian materi mengandung unsur pornografi dan pola asuh yang salah
·      Kelebihan: animasi lucu dan menarik, memberikan pelajaran moral

Teori yang relevan
Labelling (Bandura)
pola asuh
·      Teori perkembangan kognitif (Jean Peaget)





Perbandingan Komik Krayon Shinchan Vs Ice Age: Down to the Dinosaurus dan Analisanya Berdasarkan Teori

Komik merupakan bacaan yang sering dipilih oleh anak-anak karena disajikan dalam bentuk gambar. Krayon Sinchan merupakan komik karya Yoshito Usui  yang menceritakan tentang seorang anak laki-laki taman kanak-kanak yang selalu membuat ulah. Dia tinggal bersama ayah dan ibunya. Ibu Shinchan selalu mendidik Shinchan dengan keras seperti memukul dan memarahinya ketika Shinchan berbuat salah. Pola asuh yang digunakan oleh ibu Shincan tergolong jenis pola asuh authoritarian dimana orang tua  cenderung bersifat keras, memaksa, dan memerintah. Tidak malah bersikap baik, justru Shinchan semakin nakal dan menyebalkan. Hal tersebut diatas dapat dijadikan gambaran bagi para orang tua mengenai pola asuh yang tidak tepat dan bagaimana dampak pola asuh tersebut terhadap karakteristik anak.
Komik Krayon Shinchan volume 1 ini memiliki tujuan positif baik bagi orang tua yang telah penulis paparkan diatas maupun bagi anak-anak yaitu mengajarkan anak untuk membantu rang tuanya berbelanja ke pasar. Berdasarkan teori social learning yang dikemukakan oleh Albert Bandura, sebagian perilaku diperoleh melalu peniruan (labeliing). Dalam hal ini, orang tua dan guru memiliki peran yang sangat besar. Teori tersebut selaras dengan cerita dalam “Krayon Shinchan volume 1”. Perilaku Shinchan yang mau menolong ibunya untuk membeli daging dan lobak, anak yang membaca komik tersebut cenderung akan melakukan hal serupa ketika orang tua mereka meminta tolong untuk berbelanja ke pasar. Namun, komik ini juga mengandung unsur pornografi yang dapat memebrikan dampak negatif bagi anak yaitu ketika Shinchan menggambar gajah di sekitar kemaluannya dan memposisikan kemaluannya sebagai belalai gajah. Dalam komik tersebut juga terdapat kata-kata yang tidak seharusnya dibaca oleh anak-anak yaitu “mama..mama.. belalai gajahnya panjang ya” . yang dimaksud dengan belalai gajah disini adalah kemaluannya.
Pengemasan materi dengan bentuk komik dan ceritanya  yang lucu memang sangat menarik. Namun, imbuhan unsur pornografi melalui gambar maupun tulisan telah mengalahkan tujuan positif dari komik tersebut. Sehingga, kurang tepat jika dibaca oleh anak sekolah dasar karena dikhawatirkan terjadi proses labeling pada anak tersebut.
Berbeda dengan Krayon Shincan, Ice Age: Down to the Dinosaurus ini dikemas dalam film animasi. Film ini menceritakan tentang seorang suami isteri (Manny dan Ellie) yang sedang menunggu kelahiran anaknya, melihat kebahagiaan kedua pasangan tersebut, Sid merasa iri dan melampiaskan rasa irinya pada hal negatif yaitu mencuri telur dinosaurus untuk diadopsi sebagai anak.  Namun, bukan kebahagiaan yang Sid dapatkan. Sebaliknya dia menjadi bulan-bulanan induk dari dinosaurus tersebut dan akhirnya tertangkap. Kisah ini memberikan pelajaran bagi para penontonnya bahwa iri hati merupakan sikap yang tidak terpuji apalagi harus melampiaskannya pada hal negatif pula yaitu mencuri. Orang yang berbuat jahatpun akan memperoleh ganjaran yang setimpal. Selain itu, film ini juga mengajarkan tentang tolong menolong Yaitu ketika Manny menolong Sid yang tertangkap oleh induk dinosaurus. Meskipun Sid bersikap iri pada pasangan Manny dan Ellie, Mary tetap dan kawan-kawan tetap berbesar hati untuk menolong Sid.
Pengemasan materi melalui film animasi dengan tokoh hewan dan memiliki usur komedi sangat menarik untuk anak-anak sekolah dasar. Karena Jean Piaget, anak  usia 6-12 tahun (Sekolah Dasar) berada pada tahap oprasional konkret (concrete oprational stage). Pada umumnya, anak pada usia ini telah mampu memahami oprasi logis dengan bantuan benda-benda kongkret. Sehingga, penyampaian pesan-pesan moral melalui gambar dan tokoh-tokoh nyata akan sangat efektif. Anak akan mudah memahami kata sifat (hal yang abstrak) dengan bantuan gambar atau tokoh-tokoh yang konkret.


My Opinion???
Setelah membaca komik “Shinchan volume 1” dan menonton Film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” serta membandingkan unsur-unsur yang terkandung dalam kedua media tersebut, film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” lebih tepat dijadikan sebagai pilihan. Khusunya untuk anak-anak. Karena film tersebut mengandung banyak pesan moral seperti tolong menolong, dampak negatif dari sifat iri dan mencuri dan sebagainya. Penyampainnyapun tepat karena tidak menyelipkan unsur pornografi seperti pada komik Krayon Shinchan. Sehingga, tujuan positif dari film tersebut lebih tersampaikan.
Media komik dan Film memang menjadi pilihan kebanyakan anak-anak. Untuk menarik perhatian konsumen, media tidak perlu mengemas produknya dengan cara yang kurang tepat seperti mengandung unsur pornografi dan kekerasan. Seperti halnya Film “Ice Age: Down to the Dinosaurus” yang tidak kalah menariknya dengan komik “Shinchan volume 1”.
Demikian besar pengaruh media terhadap perkembangan anak. Sehingga, sudah seharusnya kita bersikap kritis terhadap produk-produk (baik media film maupun komik) yang kurang tepat bahkan cenderung memberikan dampak negatif.




DAFTAR PUSTAKA
·         Santrock W John. 1995. Life Span Development, Jakarta: PT Erlangga
·    http://valmband.multiply.com/journal/item/12?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Aku dan Mimpi

Seperti halnya musim... begitulah mimpi. Dia datang... kemudian pergi. Analogi mimpi terhadap musim memang tak berlaku secara mutlak, karena musim akan kembali datang mengikuti siklusnya. sedang mimpi, terkadang dia berduyun-duyun datang kemudian tiba-tiba pergi. Kadang datang kembali, kadang benar-benar menghilang tanpa jejak. Butuh umpan untuk membuatnya kembali. Kadang, umpan yang sengaja kita buatpun tak sedikitpun membuatnya kembali. Sedang umpan yang tak sengaja kita lempar justru membuatnya datang kembali. Serupa dengan mimpiku dua tahun silam.. tepatnya saat aku SMA. Apresiasi temen-temen terhadap puisi dan artikel yang biasa aku tulis di binderku telah membangun sedikit demi sedikit tembok harapan yang semakin lama semakin kokoh. Saat itu, aku bermimpi untuk menjadi seorang penulis. Dan aku rasa, peluang itu akan terbuka lebar ketika aku kuliah. Ya ya ya... di bangku kuliah aku akan mengepakkan sayapku. Aku akan kembali menyapa teman-temanku yang sudah jauh terpisah di berbagai kota, pulau, bahkan negeri dengan tulisan yang aku buat. Sungguh indah dan dekat mimpi itu. Namun, seperti yang aku katakan tadi, kadang mimpi tiba-tiba pergi lalu menghilang tanpa jejak. Sekarang aku semester 4 dan baru sekarang pula aku menyadari bahwa mimpiku yang aku kira telah jauh pergi tiba-tiba sore ini terlihat amat nyata. kenapa?? Karena barusan, tanpa sengaja aku memberinya umpan. Sore tadi aku bertemu langsung dengan dee (dewi lestari) di salah satu Mall di kota malang. Meskipun aku baru membaca satu karyanya (perahu kertas), novel itu cukup meyakinkanku bahwa dee memang penulis handal. Dan saat aku melihat banyak orang yang rela menunggu lama hanya untuk mendengarnya say hallo lalu mendapatkan tanda tangannya, saat itu aku sadar. Bahwa menulis adalah hal yang hebat. Menulis adalah cara asik untuk mentransfer pemikiran, imajinasi, serta pengetahuan. Apa yang kita tulis akan abadi. Sedang apa yang kita simpan akan menghilang dan nol manfaat. Hhmmmmmmmm....... mimpi itu kembali datang. Semangat. Membaca untuk menulis, dan menulis untuk dibaca. :)

Aku dan Cinta

Sejak aku terlahir ke dunia, sejak itu pula Allah mengajarkan aku untuk mencinta. Aku diberi kesempatan untuk belajar dari orang-orang yang dia kirim untuk melindungiku. tersenyum saat aku butuh penguatan, merangkul saat aku butuh untuk bersandar. Dari mereka aku belajar cara mencintai. Umiku, abaku, mbahku, dan semua kluargaku. Aku bangga memiliki mereka. Dan kini, Tuhan memberiku kesempatan sekali lagi untuk terus belajar mencinta. Dia tunjukkan kebesaran cintaNya dengan mengutus seseorang yang awalnya aku anggap biasanya saja, namun ternyata berhati besar untuk terus bersabar dan memahamiku. Selain keluargaku, dialah tempat ternyaman bagiku untuk berlabuh. Menceritakan banyak hal yang menurutku menyenangkan, dan mengeluhkan semua beban yang tak mampu aku redam seorang diri. Sering aku merenung, menghitung berapa banyak nikmat Allah yang telah diberikan padaku. Jangankan jariku, bahkan semua bilangan yang ada di dunia ini tak akan pernah mampu mewakilinya. Aku amat sangat bersyukur. Thanks Allah... Dia berikan umi terhebat untukku. nilai 95 untuknya. Karena yang seratus hanya untuk Allah. Umi begitu perhatian dan protektif. Beliau telah mengajarkanku banyak hal. Cara untuk berbagi, mencintai, bersyukur, bersabar, dan satu hal yang selalu beliau ingatkan. Yaitu tentang iman. Di dunia yang kian renta ini, sudah langka ibu seperti umiku. Yang memprioritaskan akhirat. Nilai-nilai dasar yang beliau tanamkan, menjadi pondasi bagi hidupku. Agar aku tak goyah. Teman, kau tau. Aku ingin menjadi ibu seperti dia. Aku mencintainya.. Abaq.. seorang pria yang sabar. Sedikit bicara, namun penuh dengan tindakan, demokrasi namun tetap tegas. Beliau tak pernah sekalipun berkata mencintaiku. Tapi aku tak butuh semua ucapan itu. karena sikapnya, cukup memberi tauku segalanya. Sobat, kadang aku ingin sekali memeluknya seperti aku selalu memeluk umiku. Namun rasanya aku belum cukup memiliki keberanian. Tak apa lah, seperti beliau yang selalu menunjukkan rasa sayangnya dengan tindakan, akupun ingin begitu. Melakukan segala hal yang terbaik untuknya, agar kelak beliau mengerti betapa aku mencintainya. Umi dan abaku adalah orang tua terhebat di dunia ini. Beliau sederhana, namun cukup membuatku merasa kaya dan bahagia. Jika aku ingin menjadi seperti umiku, maka aku ingin memiliki pendamping seperti abaku. Amin Mbahku, beliau adalah janda tua yang hidup jauh dibawah kesederhanaan namun pantang menggantungkan diri pada orang lain. Aku tau betul, beliau sangat mencintaiku. Beliau perhatian, seperti halnya aba, beliau sedikit bicara namun penuh dengan tindakan. Dia wanita terkuat yang aku kenal, membesarkan abaku dengan penuh perjuangan dan berhasil membuat abaku seperti saat ini. Hanya wanita hebat yang sanggup melakukannya sobat. Sungguh aku bangga padanya. Besar penyesalan dalam diriku yang sampai saat ini belum mampu aku hapus. Aku tak hadir disaat detik detik menjelang kepergiannya. Aba melarangku pulang, aku tau keputusan aba selalu bijaksana, meski butuh waktu lama untuk memahaminya, aku putuskan untuk patuh saja. semoga ini yang terbaik, namun sampai saat ini rasa bersalah itu sering muncul. aku belum mampu memposisikan diriku sebagai cucu yang baik Itulah orang yang selalu aku banggakan teman, dari beliau aku belajar banyak hal tentang kehidupan. Pelajaran yang mungkin tak akan aku dapatkan dari seorang profesor sekalipun. Seperti halnya mereka mampu menjadi sosok terbaik untukku, Semoga kelak aku juga bisa menjadi cucu dan putri yang membakan untuk mereka. Amin

Dewan Daru Gunung Kawi

Gunung kawi merupakan salah satu gunung yang terletak di kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur Timur. Berbeda dengan gunung pada umumnya, gunung kawi memiliki harapan tersendiri. Gunung ini selalu dipadati oleh pengunjung baik dari penduduk tionghoa maupun penduduk pribumi. Para pengunjung yang datang tidak hanya berasal dari kota Malang saja namun juga dari berbagai penjuru seperti pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi NTT, NTB dan Kalimantan. Selain dari berbagai daerah pengunjung gunung kawi juga berasal dari latar belakang agama yang berbeda-beda seperti islam, kristen, dan tionghoa. Ada saat-saat tertentu dimana pengunjung gunung kawi benar-benar berjubel yaitu ketika Kamis kliwon malam Jumat legi hitungan kalender Jawa, pada tanggal 12 suro untuk memperingati hari kematian Mbah Raden Mas Imam Soedjono serta pada hari-hari besar keagamaan seperti hari raya Idul Fitri dan natal. Hal yang membuat wisata gunung kawi ini berbeda dengan gunung pada umumnya adalah wisata religi yang memiliki berbagai ritual seperti ciamsi (ramalan nasib), nyekar, berkeliling makam saat tengah malam, meminum air dari guci yang disakralkan, hingga ritual menunggu jatuhnya buah dari pohon dewan daru. Masing-masing dari ritual tersebut memiliki harapan dan keunikan yang berbeda. Akar dari sekian banyak ritual yang adalah dua tokoh yang sangat dihormati yaitu Mbah Djoego dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono. Terlihat tidak biasa memang ketika melihat berbagai aktivitas religi unik yang dilakukan oleh pengunjung gunung kawi. Semua ritual tersebut membutuhkan pengorbanan yang tidak sedikit seperti mengantri untuk mengambil air dari guci yang dipercaya dapat membuat tubuh kita sehat, mengantri untuk melakukan ritual nyekar di makam Mbah Djoego dan Mbah Raden Mas Iman Soedjono, hingga berlama-lama menunggu jatuhnya buah dari pohon dewan daru. Berdasarkan hasil wawancara pada salah satu pengunjung, subjek dengan senang hati melakukan ritual tersebut karena adanya motivasi tertentu. Dan baginya, manusia perlu berkorban demi sebuah pencapaian yang diharapkan salah satunya adalah dengan melakukan berbagai ritual yang ada.

ANALISIS FILM DIARY OF WIMPY KID DENGAN TEORI PERKEMBANGAN

Ringkasan Film Diari of a Wimpy Kids

Tanggal Rilis : 19 March 2010 (USA)
Jenis Film : Comedy | Family
Diperankan Oleh : Zachary Gordon, Robert Capron and Rachael Harris




Film “Diary Of Wimpy Kid” merupakan film komedi sekaligus keluarga yang dibintangi oleh Zachary Gordon. film ini menceritakan tentang perjalanan seorang anak yang baru memasuki bangku sekolah menengah (SMP).
Sebagai seorang remaja, Greg, pemeran utama dalam film ini, merasakan masa-masa tersulit dalam hidupnya, yaitu saat dia harus menjalani hari-harinya di sekolah. Dia harus berhadapan dengan teman-temannya yang sangat tidak menyenangkan. Setiap harinya, dia harus menerima berbagai macam ejekan dan perlakuan kasar dari teman-temanya. Meskipun demikian, tak banyak yang dapat ia lakukan. Ia hanya mampu mengungkapkan semua kekesalannya dengan menulis diary.
Obsesi terbesar Greg adalah menjadi salah satu siswa populer di sekolah dan fotonya dapa dimuat di buku tahunan sekolah. Untuk mencapai keinginannya, , Greg rela melakukan berbagai hal seperti mengikuti lomba gulat dan teater. Namun, segala usaha yang ia lakukan gagal dan cita-citanya untuk menjadi populer pupus sudah. Hanya Rowley Jeffersonlah yang bersedia menjadi sahabat Greg.
Film Diary Of Wimpy Kids ini berakhir dengan menyenangkan.Meskipun pada awalnya Greg selalu kecewa dan gagal, pada akhirnya keinginannya untuk muncul di buku tahunan semabagai siswa favorit sekolah tercapai. Dia da sahabatnya, Rowley, dinobatkan sebagai “sahabat terbaik”.





Analaisis Film Diary Of Wimpy Kids Dengan Teori Perkembangan

Menurut Pendekatan tradisional (traditional approach), perkembangan ditekankan pada perubahan ekstrim dari lahir hingga masa remaja, kecil atau tanpa perubahan dalam masa dewasa dan menurun mada usia lanjut. Sebaliknya, pendekatan masa hidup, (life-span approach), menekankan bahwa perkembangan terjadi selama masa dewasa dan juga selama masa anak-anak (Baltes, Featherman, & Leaner, 1990; Pollock & Greenspan , 1994).
Perubahan-perubahan yang terjadi pada perkembangan, merupakan hasil dari proses biologis, kognitif, dan sosioemosional. Proses ini saling berkaitan dalam perkembangan masa hidup individu.
Untuk lebih mudah memahami, kami akan menyajikan periode perkembangan menurut beberapa ahli dalam sebuah tabel sebagai berikut:

Hurlock
Papalia
Santrock
Pranatal
konsepsi
Konsepsi-lahir
Konsepsi-lahir
Bayi
Lahir-akhir minggu kedua
Lahir-3tahun (bayi dan balita)
Lahir-18/24 bulan
Masa bayi
Akhir minggu kedua-akhir tahun kedua


Awal masa anak-anak
2-6 tahun
3-6tahun
2-5tahun
Akhir masa anak-anak
6-10 atau 12
6-11 tahun
6-11 tahun (Middle/late)
Puber/pra remaja
10/12 sampai 13/14


Remaja
13/14-18
11-20 tahun
10/12 sampai 18/21tahun

mengacu pada pendapat Santrock, Greg dalam film “Diary O of a Wimpy Kids” tergolong pada usia remaja. yaitu 10/12 sampai 18/21tahun. Remaja adalah masa transisi dari anak-anak menuju dewasa yang mencakup perubahan fisik, kognitif dan sosial.

Perkembangan Fisik
Perkembangan fisik mencakup perkembangan berat dan tinggi yang signifikan. Pada anak laki-laki perubahan yang paling menonjol adalah terbentuknya otot dan tulang yang cepat, bahu lebar, kaki jenjang, dan lengan yang lebih panjang. Perubahan fisik ini dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap kondisi psikologis seorang anak. Anak laki-laki yang pertumbuhan fisiknya telat (late maturation), cenderung dikucilkan dan merasa tidak percaya diri. Seperti halnya Greg ketika baru memasuki sekolah menengah. Kondisi fisiknya yang kecil, menyebabkan dia merasa minder dan dia cenderung dikucilkan. kondisi fisiknya juga menyebabkan dia kalah dalam beberapa pertandingan. Sehingga, untuk meningkatkan kepercayaan diri dan menjadi siswa populer di sekolah, Greg rela makan dengan porsi yang banyak. Dengan harapan memperoleh kesempatan bertanding dengan temannya yang postur tubuhnya besar dan menjadi pemenang.

Perkembangan psikososial



Berdasarkan delapan tahap perkembangan psikososial yang diungkapkan oleh Erikson, masa remaja terletak pada urutan kelima yaitu identity versus identity confusion. Pada tahap ini, remaja berusaha menemukan siapa diri mereka sebenarnya, apa saja yang ada dalam diri mereka dan kearah mana mereka menjalani hidup. Seorang remaja selalu mengeksplorasi dan mencari identitas mereka dengan bereksperimen dengan berbagai peran yang bebeda. Jika eksperimen yang mereka lakukan berhasil, mereka akan memiliki pemikiran baru dan dapat diterima. James marcia membagi tahap identity versus identity confusion ini dalam empat bagian yaitu identity difusion, identity freclosure, identity moratorium, dan identity achievement. Greg dalam film “Diary O of a Wimpy” juga mngalami hal serupa yaitu mencoba berbagai peran seperti mengikuti lomba gulat, lomba pemilihan peran di pementasan drama, menjadi salah satu anggota keamanan di sekolahnya, dll. Semua eksperimen yang Greg lakukan bertujuan untuk mencari identitasnya. Meskipun hingga akhir film “Diary O of a Wimpy Kids” Greg belum menemukan peran yang sesuai dengan dirinya dia berhasil menemukan hal terpenting yang sebenarnya telah dia miliki. Yaitu seorang sahabat. Diakhir cerita, keinginan Greg untuk menjadi siswa favorit terwujud dengan gelar “sahabat sejati” bersama sahabatnya, Rowler.
Berdasarkan empat pembagian tahap identity versus identity confusion menurut Marcia, Greg berada dalam golongan identiy moratorium, dia sudah mengalami krisis yaitu suatu masa perkembangan identitas dimana remaja memilah-milah berbagai alternatif yang tersedia. Hal ini terlihat ketika Greg mencoba berbagai peran yang tersedia seperti yang telah disebutkan diatas. Namun, Greg belum menunjukkan adanya suatu ivestasi pribadi pada apa yang dia lakukan (komitrmen).

Perkembangan Kognitif


Berdasarkan empat tahap perkembangan kognitif yang diungkapkan oleh Piaget, masa remaja berada pada tahap keempat sekaligus terakhir yaitu formal opration. Karakteristik dari tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak, menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalam tahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Seperti halnya Greg yang sudah dapat berfikir secara abstrak yaitu ketika dia membayangkan berbagai macam kejadian. Greg juga telah menduduki bangku sekolah menengah yang pastinya dihadapkan dengan materi matematika yang mengandalkan logika.


Reference:

Santrock John W. 2009. Life-Span develvelopment jilid 1. Jakarta: Salemba Humanika
Santrock John W. 2009. Remaja,jilid 2, edisi kesebelas. Jakarta: Erlangga

Kebahagiaan

Sorepun selimutkan kesunyian...
Dibalut dengan arogansi sutra dan berhiaskan permata
Dengan mata merah serta suara parau mereka akhiri waktu dengan kelelahan
Terjajah oleh dunia yang mereka dewakan
Sedang dia di sudut kedamaian....
Dibawah percikan cahaya fajar
Yang hanya sibuk dengan tuhannya
Mendiskusikan keindahan-keindahan yang semu bagi kebanyakan orang...
Siapakah pemilik kebahagiaan?

Hati

Jika dia hitam
Maka gelaplah...
Jika dia benderang
maka indahlah..
Dia kecil namun besar
Tak terlihat namun kuat
Dia membunuh, mengacau, mencaci, memaki dan mendusta.
Dia juga mencinta, mengasihi, menebar kedamaian dan bentangkan keindahan.
Itulah hati manusia.

Majnun

Si majnun berkata!
Kesengsaraan adalah aku.
Batin yang jauh mengembara di belantara kehidupan
Dikepung oleh manusia-manusia buas tanpa hati
Aku menari dalam irama yang aku ciptakan sendiri
Sedang mereka menertawakan tangisanku
Siapa yang mendengar?
Hanya hati yang bertelinga iba
Dan jiwa dengan mata kepedulian
Jika majnunku pergi...
Aku akan kembali pada eksistensi kehidupan yang sebenarnya lebih gila daripada yang gila.
Lebih naif daripada yang naif
Hanya pada sang sami’ aku berseru
Bercerita tentang sadisnya kehidupan
Suatu saat nanti,,
Ketika mentari tunjukkan kegagahannya
Tuhan akan menjawab segalaNya....

Entah



Suatu ketika, saat para bidadari menari di bawah tamaram surga
Aku akan bahagia bersama mereka
Terlelap dalam selimut gemintang..
Damai dalam kelembutan angin.
Aku rindu tempat itu. 
Tempat yang baru aq kenal namun membuatku jatuh cinta.
Aku sendiri disini. Di sudut neraka yang gelap.
Izinkan aku bermain bersama para bidadari
Menari tanpa air mata
Berbahagia tanpa duka
Aku seperti kehilangan duniaku.
Kehilangan segalanya
Jangan paksa aku, karena aku tak bisa....

"1 november 2011"

Tuhan


Terdampar di tengah gurun. 
Tanpa sejuk dan bersanding dengan dahaga.
Jauh dari apapun dan siapapun, sendiri di sudut dunia.
Dimana mereka, dia, dan juga kau?
Otak dan hati sunyi dari rasa. 
Tak ingin mati, tak pula hidup.
Tuhan... sedemikian jauhkahkah kau?
atau aku yang selalu menghindar
Aku tak minta kaya untuk bahagia
Tak minta kedudukan untuk puas.
Tapi aku butuh cintamu untuk tenang..
Berjalan dalam kebutaan telah cukup menyesatkanku
Aku ingin kembali, 
Maka bimbinglah aku....