RSS

Kebahagiaan

Sorepun selimutkan kesunyian...
Dibalut dengan arogansi sutra dan berhiaskan permata
Dengan mata merah serta suara parau mereka akhiri waktu dengan kelelahan
Terjajah oleh dunia yang mereka dewakan
Sedang dia di sudut kedamaian....
Dibawah percikan cahaya fajar
Yang hanya sibuk dengan tuhannya
Mendiskusikan keindahan-keindahan yang semu bagi kebanyakan orang...
Siapakah pemilik kebahagiaan?

Hati

Jika dia hitam
Maka gelaplah...
Jika dia benderang
maka indahlah..
Dia kecil namun besar
Tak terlihat namun kuat
Dia membunuh, mengacau, mencaci, memaki dan mendusta.
Dia juga mencinta, mengasihi, menebar kedamaian dan bentangkan keindahan.
Itulah hati manusia.

Majnun

Si majnun berkata!
Kesengsaraan adalah aku.
Batin yang jauh mengembara di belantara kehidupan
Dikepung oleh manusia-manusia buas tanpa hati
Aku menari dalam irama yang aku ciptakan sendiri
Sedang mereka menertawakan tangisanku
Siapa yang mendengar?
Hanya hati yang bertelinga iba
Dan jiwa dengan mata kepedulian
Jika majnunku pergi...
Aku akan kembali pada eksistensi kehidupan yang sebenarnya lebih gila daripada yang gila.
Lebih naif daripada yang naif
Hanya pada sang sami’ aku berseru
Bercerita tentang sadisnya kehidupan
Suatu saat nanti,,
Ketika mentari tunjukkan kegagahannya
Tuhan akan menjawab segalaNya....