RSS

Entah



Suatu ketika, saat para bidadari menari di bawah tamaram surga
Aku akan bahagia bersama mereka
Terlelap dalam selimut gemintang..
Damai dalam kelembutan angin.
Aku rindu tempat itu. 
Tempat yang baru aq kenal namun membuatku jatuh cinta.
Aku sendiri disini. Di sudut neraka yang gelap.
Izinkan aku bermain bersama para bidadari
Menari tanpa air mata
Berbahagia tanpa duka
Aku seperti kehilangan duniaku.
Kehilangan segalanya
Jangan paksa aku, karena aku tak bisa....

"1 november 2011"

Tuhan


Terdampar di tengah gurun. 
Tanpa sejuk dan bersanding dengan dahaga.
Jauh dari apapun dan siapapun, sendiri di sudut dunia.
Dimana mereka, dia, dan juga kau?
Otak dan hati sunyi dari rasa. 
Tak ingin mati, tak pula hidup.
Tuhan... sedemikian jauhkahkah kau?
atau aku yang selalu menghindar
Aku tak minta kaya untuk bahagia
Tak minta kedudukan untuk puas.
Tapi aku butuh cintamu untuk tenang..
Berjalan dalam kebutaan telah cukup menyesatkanku
Aku ingin kembali, 
Maka bimbinglah aku....

Dia

Dia yang membuat aku tak berdaya dan Kadang seakan lumpuh tanpa kuasa.
Dia yang membuatku merasa begitu kecil dan nista. 
Bak tarian butir debu di tengah badai.
Tapi  dia juga yang membuatku bodoh jika hidup tanpa syukur.
Bodoh jika hanya mengeluh dan tak puas.
Tuhan membuatku kurang agar aku tak sombong
Membuatku lebih agar aku bersyukur
Kadang dia memanjakanku namun terkadang juga acuh padaku
Apapun takdirnya... adalah yang terbaik untukku

“07 Oktober 2011”

Bahagia


Hidup mengajari aku menangis, 
Hidup juga mengajari aku tertawa.
Darinya, aku belajar segalanya. 
Segala hal yang sebelumnya tak pernah ku pahami
Dia memberiku banyak kebahagiaan yang sejenak sering aku lupakan
Cinta dalam hatiq adalah sebuah pembuktian. 
Bahwa hidup terlalu naif jika hanya diisi dengan keluhan.
Kita bahahagia dengan kebahagiaan yang kita buat sendiri.
Jangan hanya diam dan pasrah. 
Buatlah kebahagiaan dengan apapun yang bisa kita lakukan.

puisi


Puisi adalah kata tanpa suara
terangkai dari kelembutan jiwa ... 
terlukis dari goresan cinta...
Keindahan kata tak hadir dari dia yang dipenuhi amarah dan murka.
Tak kan tertoreh dari dia yang suka dusta
Mengalir indah dari inspirasi para manusia yang batinnya telah jauh mengembara...
Keindahannya akan terus nyata, meski penciptanya telah tiada.

(Wiedha)